Moderasi Beragama Strategi Pencegahan Terorisme

Tidore, InfoPublik – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar kegiatan “Training of Trainer” Menjadi Pelopor Moderasi Beragama Sebagai Strategi Pencegahan Terorisme, yang diikuti oleh 100 orang guru-guru perwakilan dari sekolah jenjang pendidikan TK, SD, SMP dan SMA/sederajat berlangsung di Red Star Cafe, Kamis (4/8/2022).

Kepala Bidang Agama FKPT Maluku Utara, Sarbin Sehe dalam kesempatan itu mengatakan hakikat moderasi beragama adalah cara pandang dan perilaku beragama yang moderat. Dengan perilaku beragama yang dimoderatkan maka akan muncul sikap menghargai dan memahami perbedaan setiap manusia.

“Perbedaan agama, suku, etnik dan golongan bukan menghalangi bagi mereka yang berbuat kebaikan. Ini bagian dari moderasi beragama,” tutur dia.

Dia menambahkan tujuan utama moderasi beragama adalah penguatan nilai agama, nilai kebangsaan dan nilai kearifan lokal. Ketiga nilai kata dia, ini sedianya tidak dipertentangkan, melainkan saling menguatkan satu sama lain, sepanjang tidak mengganggu prinsip kehidupan beragama, kebangsaan dan kearifan lokal. 

“Tiga nilai ini menjadi penting bagi kelangsungan pembangunan kemanusiaan, agama, bangsa dan negara,” kata Sarbin.

Menurut Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Maluku Utara juga mengatakan kegiatan Training of Trainer menjadi penting dalam rangka pencegahan pemikiran ekstremisme, radikalisme dan terorisme, terutama bagi para guru.

“Dimana posisi dan peran guru begitu mendasar dalam pembentukan karater peserta didik. Peserta didik adalah aset bangsa dalam pembangunan kemanusiaan sehingga sosialisasi moderasi beragama ini patut menjadi tanggung jawab semua kalangan,” tutupnya. 

Sumber: InfoPublik

Leave a Reply

Your email address will not be published.