Kepulangan Haji Bur: Pelukan Terakhir Bumi Gamalama untuk Sang Arsitek Pembangunan

TERNATE – Langit di atas Bandara Sultan Babullah tampak begitu cerah pada Selasa (12/5) pagi. Namun, di bawahnya, suasana khidmat dan haru menyelimuti kerumunan yang telah menanti kepulangan sosok pemimpin yang pernah menakhodai Kota Ternate selama satu dekade. Almarhum H. Burhan Abdurahman, atau yang akrab disapa Haji Bur, akhirnya kembali ke pangkuan tanah kelahirannya.

Deru mesin pesawat yang mendarat pukul 10.30 WIT menjadi tanda dimulainya prosesi panjang kepulangan sang mantan Wali Kota. Di area embarkasi, peti jenazah dipindahkan dengan perlahan menuju ambulans, diiringi tatapan penuh rindu dari pihak keluarga serta jajaran Forkopimda yang menjemput.

Iring-iringan kendaraan membelah jalanan Ternate, melewati rute Akehuda, Salero, hingga Kalumpang. Di sepanjang jalan, masyarakat sesekali berhenti sejenak untuk memberikan penghormatan terakhir bagi pemimpin yang menjabat pada periode 2010–2015 dan 2016–2021 tersebut.

Setibanya di rumah duka, Kelurahan Moya, lantunan doa menggema dipimpin oleh Imam Masjid Kesultanan Tidore, H. Samad Faruk. Di tengah duka, terpancar rasa lega dari pihak keluarga; sebuah janji dan keinginan luhur sang ibunda untuk memulangkan putranya ke tanah kelahiran akhirnya tertunaikan.

Halaman Kantor Wali Kota Ternate menjadi saksi bisu upacara penghormatan yang emosional. Di hadapan para abdi negara, peti jenazah disemayamkan sejenak sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum. Sultan Tidore, Husain Alting Sjah, yang mewakili pihak keluarga, memberikan sambutan menyentuh sebelum menyerahkan prosesi pelepasan kepada Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman.

Dengan suara yang bergetar, Tauhid Soleman tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Baginya, Burhan Abdurahman bukan sekadar pendahulu, melainkan mentor yang telah meletakkan fondasi kemajuan bagi Ternate.

“Saya merasa bahagia karena rencana untuk almarhum pulang dan dimakamkan di Ternate akhirnya bisa ditunaikan. Almarhum adalah salah satu putra terbaik, yang manfaat dan kontribusinya masih kita rasakan hingga hari ini,” ucap Tauhid. Ia juga menegaskan bahwa banyak program pembangunan saat ini merupakan keberlanjutan dari “kerja cerdas” yang telah dimulai oleh almarhum.

Usai upacara kenegaraan, rombongan bergerak menuju tempat peristirahatan terakhir di TPU Pekuburan Islam, Kelurahan Kampung Makassar Barat. Di sana, di bawah naungan doa-doa yang dipanjatkan, jasad H. Burhan Abdurahman diturunkan ke liang lahat.

Kepulangan ini bukan sekadar pemindahan fisik, melainkan bentuk penghormatan tertinggi dari tanah Ternate atas pengabdian yang pernah diberikan. Sang putra daerah kini telah benar-benar pulang, beristirahat dalam damai di tanah yang ia cintai dan ia bangun dengan sepenuh hati. Selamat jalan, Pak Haji Bur. (red)