LABUHA – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ternate mengerahkan personel dan armada KN SAR 237 Pandudewanata untuk mengevakuasi Kapal Motor (KM) Jolor 01 yang dilaporkan mengalami mati mesin di sekitar perairan Pulau Miskin, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Selasa (3/3). Kapal yang mengangkut tujuh orang tersebut terjebak di tengah laut setelah upaya perbaikan mandiri oleh kru kapal menemui jalan buntu.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengungkapkan bahwa peristiwa ini bermula saat kapal yang dinakhodai oleh Yasin tersebut bertolak dari pelabuhan Kayoa menuju Kota Ternate pada Senin (2/3) sekitar pukul 23.00 WIT. Namun, memasuki pukul 03.00 WIT dini hari, mesin kapal mengalami kerusakan fatal saat berada pada koordinat 0° 8’56.00″N / 127°32’41.00″E, atau berjarak sekitar 37.71 mil laut dari Kota Ternate.
“Kru kapal sebenarnya telah berusaha melakukan perbaikan mandiri di tengah laut, namun upaya tersebut belum berhasil hingga akhirnya nakhoda kapal memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke Kantor SAR Ternate guna meminta bantuan evakuasi,” ujar Iwan Ramdani dalam keterangannya.
Merespons laporan tersebut, tim rescue Kantor SAR Ternate segera diberangkatkan pada pukul 10.40 WIT menggunakan Kapal KN SAR 237 Pandudewanata menuju lokasi kejadian perkara (LKP). Operasi penyelamatan ini dilakukan secara sinergis dengan melibatkan berbagai unsur terkait, mulai dari personel Kantor SAR Ternate, Polairud Polda Maluku Utara, hingga pihak KPLP Ternate.
Terdapat tujuh orang yang berada di atas kapal saat insiden terjadi, yakni nakhoda bernama Yasin, serta enam penumpang lainnya yang diidentifikasi sebagai Rian, Fandi, Afung, Dani, Medari, dan Rafid. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berupaya melakukan evakuasi untuk memastikan seluruh penumpang dan kru kapal dapat dibawa kembali ke daratan dengan selamat.