Kemenkes Pastikan Pasien di Maluku Negatif Virus Corona

Kementerian Kesehatan menyatakan hasil pemeriksaan sample virus dan spesimen dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan untuk pasien suspect corona, warga Saumlaki, Kepulauan, Tanimbar, Maluku dinyatakan negatif.

Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Tanimbar, Maluku Edwin Tomasoa mengatakan DN, pria asal Desa Seftana, Tanimbar Selatan, Kepulauan Tanimbar Maluku sempat diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mangreti lantaran diduga mengidap gejala virus Corona. Dia sebelumnya sempat dikarantina di Malaysia.

“Kini, pasien terduga gejala virus corona akhirnya bisa bernafas lega,” kata Edwin, saat dikonfirmasi, Selasa (18/2).

Edwin menjelaskan DN sempat mendapat penanganan medis dari dokter umum di rumah sakit Saumlaki selama beberapa hari sambil menunggu uji laboratorium. Hal itu untuk memastikan status DN apakah terinfeksi virus corona selama dua hingga lima hari.

“Senin kemarin baru kita dapat informasi bahwa hasilnya negatif,” ujarnya.

Edwin mengatakan pihaknya memastikan mahasiswa yang pernah disolasi di ruangan khusus Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Magretti pada sabtu pekan lalu, kini dinyatakan dalam kondisi sehat.

Dia mengatakan meskipun pihaknya belum mendapat hasil sample virus dan spesimen secara tertulis, namun pihaknya memastikan pasien negatif tak mengidap virus corona.

DN kuliah di jurusan komunikasi internasional di salah satu kampus di Malaysia. Salah satu teman asrama DN terinfeksi virus corona.

Dia tiba di Indonesia melalui medan pada 7 Februari lalu, kemudian pulang ke kampung halaman di Saumlaki Maluku. Saat di rumah dia sempat mengeluh sesak napas, batuk dan sakit tulang di bagian belakang.

Tim kesehatan langsung membawa pasien ke RSUD Magreti untuk mendapatkan penanganan. Pasalnya pasien merasa kesakitan mirip seperti gejala virus corona.

DN dan teman-teman asrama sempat dikarantina oleh pemerintah Malaysia, setelah itu dia diizinkan pulang ke Indonesia.

Di tempat terpisah, Dinas Kesehatan Sumatera Selatan masih melakukan observasi terhadap 31 orang yang baru melakukan perjalanan dari China. Dari jumlah itu, belum ada satu pun yang menunjukkan gejala tertular virus corona.

Leave a Reply

Your email address will not be published.