Masuk Nominasi Jaga Desa Awards 2026, Gubernur Sherly Tjoanda Apresiasi Sinergi Kejaksaan dan Desa di Maluku Utara

JAKARTA – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran kejaksaan atas suksesnya implementasi program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa). Hal ini disampaikan Gubernur saat menghadiri ajang bergengsi Jaga Desa Awards 2026 yang berlangsung di Ballroom Fairmont Hotel, Jakarta, Minggu (19/4).

Penghargaan nasional ini merupakan bentuk pengakuan atas keberhasilan kolaborasi antara kejaksaan dan pemerintah desa dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Dalam ajang tersebut, Gubernur Sherly secara khusus menyoroti prestasi membanggakan dari Maluku Utara, yakni masuknya Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Timur sebagai salah satu nominator melalui karya film pendek berjudul “Sebelum Tanda Tangan”. Film edukatif ini merupakan hasil produksi kreatif dari Desa Tewil, Kecamatan Kota Maba.

“Ini adalah bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah di Maluku Utara bersama kejaksaan. Kita bersama-sama mendorong tata kelola desa yang bersih, berintegritas, dan benar-benar bebas dari praktik korupsi,” tegas Gubernur Sherly di sela-sela acara.

Sherly menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen penuh untuk mendukung keberlanjutan program Jaga Desa. Fokus utama ke depan mencakup tertib administrasi keuangan desa, kepatuhan pengisian aplikasi Jaga Desa, hingga penguatan edukasi publik melalui pendekatan kreatif seperti seni visual dan film.

Ia berharap kolaborasi lintas sektor antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dapat terus diperkuat. Langkah ini dianggap krusial untuk menjaga integritas serta memperkokoh benteng pencegahan korupsi di tingkat akar rumput secara berkelanjutan.

Ajang Jaga Desa Awards 2026 ini menjadi momentum penting karena dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo, serta Jaksa Agung Muda Intelijen Reda Manthovani. (red)