TERNATE – Pemerintah Kota Ternate kembali mempertegas komitmen pelestarian lingkungan melalui aksi simbolis Earth Hour 60+. Bekerja sama dengan Harita Nickel, aksi pemadaman lampu selama satu jam ini dipusatkan di Pendopo Benteng Oranje, Sabtu (25/4/2026) malam.
Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda ini menjadi seruan bagi masyarakat untuk mulai menjaga kelestarian bumi melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak besar.
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, memberikan apresiasi tinggi kepada Harita Group atas inisiatif dan fasilitas yang diberikan. Ini merupakan kolaborasi kedua setelah sukses dilaksanakan pada tahun 2025 di Kantor Wali Kota.
“Kami mengapresiasi kawan-kawan dari Harita Group. Ini adalah tahun kedua kita bersinergi. Melalui momen ini, kita bersama-sama mengedukasi masyarakat bahwa melestarikan bumi bisa dimulai dari hal kecil, yang nantinya akan membawa perubahan besar,” ujar Rizal.
Rizal menekankan bahwa isu lingkungan bukanlah beban pemerintah atau sektor swasta semata, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen warga, termasuk mahasiswa dan komunitas lokal.
Beberapa poin utama yang ditekankan dalam aksi ini antara lain matikan lampu selama satu jam untuk area acara dan sekitarnya, sebagai bagian dari edukasi tentang dampak perubahan iklim, serta mengkampanyekan bahaya penggunaan plastik di Kota Ternate. Selain itu, turut juga dikampanyekan tentang pemanfaatan ruang terbuka hijau.
Menutup arahannya, Rizal mengingatkan bahwa kampanye ini tidak boleh berhenti saat lampu kembali menyala. Ia mendorong adanya implementasi nyata dalam kehidupan sehari-hari guna menciptakan lingkungan yang lebih hijau.
“Bukan hanya sekadar mematikan lampu. Kampanye ini harus diwujudkan dengan mengurangi sampah plastik, menanam pohon, hingga penyediaan ruang terbuka hijau yang lebih luas di Ternate,” pungkasnya.