TERNATE – Pemerintah Kota Ternate menggelar pertemuan besar bersama seluruh Satgas Sampah tingkat kelurahan di Benteng Oranje pada Rabu (11/2). Pertemuan yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Rizal Marsaoly serta para pimpinan OPD, Camat, dan Lurah ini bertujuan untuk mematangkan persiapan aksi pembersihan lingkungan massal yang akan dimulai besok.
Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menegaskan bahwa seluruh daerah di Indonesia telah diminta untuk proaktif dalam menjaga kebersihan wilayah masing-masing.
“Arahan Presiden bahwa daerah-daerah menjadi wisata, fasilitas umum, fasilitas sosial itu harus bebas bersih dari sampah karena penekanan ini penting yang diberikan pemerintah daerah, TNI maupun Polri,” ujarnya.
Tauhid menjelaskan bahwa mulai besok dan seterusnya, Pemkot akan rutin melaksanakan kegiatan Sigofi Gam. Ia menekankan bahwa Satgas Kebersihan di seluruh kelurahan merupakan mitra krusial, terutama karena aktivitas masyarakat diperkirakan meningkat menjelang bulan suci Ramadan.
“Memasuki bulan suci Ramadan aktivitas kegiatan masyarakat justru meningkat diharapkan pengendalian sampah tetap berjalan maksimal apalagi peningkatan produktivitas sampah pada selama bulan puasa,” ucap Tauhid.
Selain memberikan arahan, Wali Kota juga memberikan catatan kritis terhadap kinerja petugas dan pimpinan wilayah. Ia meminta adanya perbaikan menyeluruh mengingat Ternate akan menjadi tuan rumah agenda nasional JKPI. Ia menaruh harapan besar agar Satgas bisa bekerja maksimal demi menciptakan kenyamanan kota.
Terkait infrastruktur, Tauhid berkomitmen memperbaiki fasilitas di trans depo, mulai dari akses jalan, penerangan, hingga air bersih, serta merespons permintaan fasilitas bagi Satgas di wilayah Utara dan Selatan.Secara khusus, Tauhid meminta para Camat segera mendata armada Viar yang mengalami kerusakan agar bisa segera diperbaiki. Ia juga memberikan peringatan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk lebih serius dalam berkoordinasi.
“Khusus dinas DLH yakni pak kadis lebih serius karena kerja kerja armada sampah mendukung lebih baik melalui satgas yang ada di kelurahan, kerjasama dinas dan satgas lebih penting,” tegasnya.
Diakhir penyampaiannya, Wali Kota mengingatkan pentingnya memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan petugas melalui BPJS Kesehatan. Ia menegaskan bahwa jika sistem pengangkutan sampah terhambat, maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Selain itu, bagi lurah untuk kelurahan penanganan sampah belum maksimal akibat kendaraan kerusakan dan sebagainya minta tetap bersinergi berkomunikasi antar satu dan lain,” pungkasnya.