Buka Konferda ke-5 AMGPM, Sekda Ternate Tekankan Peran Pemuda Gereja dalam Merawat Inklusivitas

TERNATE – Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM, mewakili Wali Kota Ternate secara resmi membuka Konferensi Daerah (Konferda) ke-5 Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Ternate, Sabtu (25/4).

Mengusung tema “Anugrah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad AMGPM”, acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna Gereja Imanuel Ternate ini dihadiri oleh tokoh agama, pengurus AMGPM, serta sejumlah tamu undangan lintas sektor.

Dalam sambutannya, Sekda Rizal Marsaoly menegaskan peran krusial organisasi kepemudaan gereja sebagai kawah candradimuka pembinaan karakter generasi muda. Ia menilai AMGPM memiliki posisi strategis dalam mencetak kader yang berlandaskan nilai keimanan sekaligus memiliki daya tangguh dan kepedulian sosial yang tinggi.

“AMGPM bukan sekadar organisasi kepemudaan gerejawi, melainkan wadah strategis untuk mencetak generasi yang mampu merawat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat multikultural,” ujar Rizal.

Lebih lanjut, Rizal menyoroti kekayaan keberagaman suku, budaya, dan agama di Kota Ternate sebagai kekuatan sosial yang harus dijaga. Toleransi dan semangat persaudaraan, menurutnya, merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan yang harmonis.

Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Jemaat Imanuel Ternate dan keluarga besar GPM yang dinilai konsisten dalam menjaga hubungan sosial yang kondusif.

“Jemaat dan keluarga besar GPM telah menunjukkan komitmen nyata dalam merawat persaudaraan serta memperkuat nilai kasih di tengah kehidupan masyarakat Kota Ternate,” tambahnya.

Sekda mendorong kader AMGPM untuk tampil sebagai pelopor persatuan dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan sosial saat ini. Pemerintah Kota Ternate, tegas Rizal, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan organisasi keagamaan untuk bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Membangun Kota Ternate memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, kita dapat mewujudkan kota yang religius, inklusif, dan berdaya saing,” tutupnya.

Konferda ke-5 ini diharapkan tidak hanya menjadi forum evaluasi internal dan penguatan kelembagaan, tetapi juga mampu melahirkan gagasan program yang berdampak nyata bagi masyarakat serta mempererat ikatan antarumat beragama di Kota Ternate.